TIMIKA, TelukPapua.com – Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, dan Tim Pansus I DPRK Mimika menyoroti rumah layah huni di Wakia. Hal itu ditegaskan mereka saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Mimika Barat Tengah, Jumat 8 Mei 2026, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus meninjau sejumlah persoalan pembangunan dan keamanan di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan bersama masyarakat dan aparat kampung di Kantor Distrik Mimika Barat Tengah, Kepala Kampung Wakia, Frederick Warawarin, menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi rumah layak huni yang telah dibangun pemerintah di Kampung Wakia.
Menurut Frederick, bangunan rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal aman bagi masyarakat justru dinilai belum memenuhi standar kelayakan. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan banyak celah pada bagian dinding dan sejumlah kekurangan fisik lainnya yang membuat warga ragu untuk menempatinya.
“Rumah memang sudah selesai dibangun, tetapi saat dicek masih banyak kekurangan. Ada celah pada dinding dan kondisi bangunan belum benar-benar layak untuk dihuni masyarakat,” ujar Frederick Warawarin di hadapan Ketua DPRK Mimika dan Tim Pansus.
Ia meminta pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun melakukan evaluasi menyeluruh serta memperbaiki bangunan tersebut agar masyarakat dapat tinggal dengan aman dan nyaman.
Selain menyoroti persoalan pembangunan rumah, Kepala Kampung Wakia juga menyampaikan keresahan masyarakat terkait kondisi keamanan di wilayah tersebut. Ia mempertanyakan penarikan anggota kepolisian dari Kampung Wakia kembali ke Timika tanpa adanya komunikasi dengan masyarakat setempat.
“Kampung Wakia sampai sekarang belum sepenuhnya aman dan terkendali. Kami heran kenapa anggota kepolisian ditarik kembali ke Timika tanpa konfirmasi dengan masyarakat. Warga juga butuh rasa aman,” tegasnya.
Menurut Frederick, persoalan keamanan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama bagi warga yang setiap hari keluar mencari nafkah. Ia mengaku masih sering terjadi aksi pemalakan terhadap masyarakat di jalan.
“Kasihan masyarakat yang pergi mencari nafkah sering dipalak di jalan. Kami hanya ingin hidup aman bersama keluarga kami,” ungkapnya.
Masyarakat Wakia berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan di wilayah tersebut, baik menyangkut kualitas pembangunan rumah layak huni maupun jaminan keamanan bagi warga.
Kunjungan kerja Ketua DPRK Mimika bersama Tim Pansus Tapal Batas itu juga menjadi bagian dari agenda peninjauan langsung persoalan tapal batas pemerintahan di Distrik Mimika Barat Tengah yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat setempat.(G.Fakaubun)

