TIMIKA, TelukPapua.com — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika terus mendorong peningkatan kualitas dan kreativitas para guru PAUD dan TK melalui berbagai program inovatif. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan lomba pengolahan makanan berbasis kearifan lokal yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 di Mimika.
Lomba pengolahan makanan berbasis kearifan lokal ini diikuti 9 gugus yang dipusatkan di TK Mitra Kencana SP 4, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026.
Ketua IGTKI Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang dinilainya mampu menuangkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian bernilai edukatif dan ekonomis.
“Ini adalah bentuk kreativitas luar biasa dari guru-guru kami. Mereka tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga mampu mengembangkan potensi lokal melalui pengelolaan makanan khas daerah. Kami sangat mengapresiasi dedikasi tersebut,” ujar Manuhutu saat ditemui wartawan TelukPapua.com, di SP 4 pada Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Manuhutu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan potensi lokal serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Sementara itu, Sekretaris IGTKI Mimika, Fermina Welerubun, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja organisasi yang tidak hanya berfokus pada momentum hari-hari besar Nasional, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan.
“Kami memiliki sejumlah program yang akan terus ditindaklanjuti. Kegiatan ini adalah salah satu bukti bahwa IGTKI aktif membangun kolaborasi dengan kepala sekolah melalui kelompok kerja kepala sekolah (K3S), guna menciptakan sinergi yang kuat dalam peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi lomba merangkai bunga yang diikuti para kepala sekolah, serta lomba pengolahan makanan lokal yang melibatkan guru-guru PAUD dan TK. Kegiatan ini disebut sebagai yang pertama kali digelar oleh IGTKI Mimika dan menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi.
“Ini merupakan rekor pertama bagi kami, khususnya melibatkan kepala sekolah dan guru dalam satu rangkaian kegiatan kreatif berbasis kearifan lokal,” ungkap Fermina.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ke depan IGTKI Mimika akan terus mendorong peran aktif guru dan kepala sekolah, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami tetap mendukung emansipasi perempuan, khususnya para kepala sekolah dan guru, agar semakin berperan aktif dalam kepemimpinan, peningkatan mutu pendidikan, serta pengembangan kreativitas,” ujarnya.(G.Fakaubun)

