TIMIKA, TelukPapua.com – Terhitung sudah sembilan hari sejak 8 September 2025 hingga 17 September 2025 pukul 10 WIT, tujuh karyawan Freeport yang terjebak dalam insiden di area tambang bawah tanah GBC belum berhasil dievakuasi tim penyelamat.
Saat dikonfirmasi TelukPapua.com, Rabu 17 September 2025, VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati menjelaskan terkait perkembangan upaya penyelamatan tujuh karyawan dari luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Lebih lanjut kata Katri, berdasarkan data per tanggal 16 September 2025 yakni;
- Proses pembuatan lubang vertikal tambahan dari level pengangkutan menuju ke level servis di atasnya dengan mesin raisebore. Level servis merupakan lokasi perkiraan keberadaan karyawan.
- Proses pemasangan infrastruktur tangga dari bagian dasar sebuah lubang penirisan yang telah diperiksa sebelumnya dengan kamera borehole. Selanjutnya tim penyelamat diharapkan dapat mencapai area dimana karyawan diperkirakan berada.
- Alat angkat digunakan untuk mendukung pemasangan infrastruktur tangga dari dasar lubang penirisan yang sebelumnya telah diperiksa dengan kamera borehole dan dinyatakan aman. Pemasangan ini memungkinkan tim penyelamat mencapai Service Level di atasnya, sehingga semakin mendekati area yang diduga menjadi lokasi keberadaan karyawan.
Lebih lanjut VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati menjelaskan, pihak PT Freeport Indonesia, sampai saat ini berupaya untuk menyelamatkan para pekerja yang terdampak tragedi aliran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
“Fokus kami saat ini adalah terus berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terdampak insiden aliran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC),” jelasnya.
Lebih lanjut Katri Krisnati menjelaskan, penyelamatan yang dilakukan pihak terkait dalam melakukan pekerjaan tanpa henti, untuk dapat mencapai keberadaan korban dari insiden ini, walaupun tantangan dan resiko dapat membahayakan keselamatan.
“Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan karyawan, meski terus menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, atas kejadian ini harapanya, kepada semua pihak untuk dapat mendorong proses yang dilakukan ini dengan bantuan doa sehinga penyelamatan yang dilakukan berjalan dengan lancar.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran operasi serta keselamatan tim yang bertugas di lapangan,” tutupnya. (redaksi)

